Candi penataran ini ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles,
dalam pembanguna candi diduga dibangun secara bertahap sekaligus pada masa
pemrintahan seorang raja, dan juga pembangunan ini dimulai sejak adanya
kerajaajn kediri,terbukti adanya prasasti yang dibuat oleh raja Syerengga
berangka tahun 1119 saka/ 1197 masehi, dan juga raja Jayanegara ikut andil
dalam pembangunan candi penataran dan terbukti adanya angka tahun 1242 saka
/1320masehi pada sepasang dwarapala. Pada candi induk terletak dihalaman ketiga
ditemui nagka tahun 1269 saka/ 1347 masehi yaitu menjelang runtuhnya kekuasaan
Tribuana TunggalDewi yangkemudian dilanjutkan oleh pemerintahan raja Hyam Wuruk
Wikramawardhana, raja berikutnya juga ikut andil dalam pembangunan candi.
Pada mula candi penataran tidak langsung berada diatas
permukaan tapi masih tertutup oleh tanah yang menyerupai gunung kecil, atas
jasa Raffles yang berhasil menemukan gunung kecil tersebut dan digali maka
candi penataran bisa dilihat sampai sekarang. Banyak orang yang memperhatikan
candi tersebut karena peniggalan budaya,walaupun pada saat itu Raffles sedang
bertugas mempertahankan Indonesia dari belanda, dikarenakan Indonesia dalam
masa penjajahan. Dan pada tahun 1815 ada seorang tokoh budaya yang mengunjungi
candi penataran, kemudian hasil kunjungan tersebut dimasukkan dalam History of
Java.
Candi penataran ini terletak di desa nglegok, blitar dan
berada sekitar 10km di sebelah utara kota blitar dilereng gunung kelud propinsi
jawa timur. Didalam candi terdapat candi kecil dan satu candi induk yang
dianggap masyarakat merupakan candi yang suci.
Bagian-bagian Candi Penataran
Candi penataran merupakan komplek candi yang terbesar dan beberapa kali candi penataran diperluas hal ini berkaitanm dengan angka tahun yang berbeda antara 1246-1454, pada jaman dahulu diduga candi pentaran sebagai kebudayaan negara, candi ini menunjukkan bahwa candi initermegah kedua setelah candi borobudur (menuirut para ahli purbakala). Bangunan ini membujur adri barat ke timur dengan mengarah ke barat yang semula dikelilingi oleh tembok bersisi barat, namun sekarang hanyalah puing-puing.
Luas keseluruhan candi penataran 180 meter X banyaknya komplek candi penataran, dan terbagi menjadi tiga halaman adapun halaman depan, halaman tengah dan halaman belakang yang diyakini sebagai bangunan suci masing-masing halaman dibatasi oleh penyekat dan pintu gerbang.
Untiuk memasuki halaman depan candi harus melewati sepasang dwarapala (arca penjaga pintu) yang dibangun semasa Raja Jayanegara . ibagian barat laut terdapat semacam teras yang memanjang dari utara sampai selatan yang disebut sebagai pendopo agung (daerah bali disebut balai agung) balai agung ini sebagai tempat upacara selamatan (pesta) disebelah selatan balai agung terdapat pendopo teras yang digunakan sebagai tempat untuk mempersembahkan sejaji bagi pera dewa, selain itu di halaman pertama juga terdapat pendopo teras sebagai tempat para pendeta pemimpin upacara. Di pendopo teras terdapt angka tahun 1297 saka /1375 masehi.
Candi Angka Tahun berangka tahun 1291 Saka atau 1369 Masehi.
Masyarakat Jawa Timur lebih mengenalnya dengan Candi Brawijaya yang merupakan
maskot Candi Penataran dan juga digunakan sebagai lambang kodam V Brawijaya.
Terkadang ada juga yang menyebutnya Candi Ganesha karena didalam bilik candinya
terdapat sebuah arca Ganesha. Lokasi candi berada di sebelah tenggara bangunan
pendopo teras dalam jarak sekitar 20 meter. Pintu masuk candi terletak di
bagian barat, pipi tangganya berakhir pada bentuk ukel besar dengan hiasan tumpal
yang berupa bunga-bungaan dalam susunan segitiga sama kaki. Bagian dalam relung
candi terdapat sebuah arca Ganesha dari batu dalam posisi duduk di atas
padmasana. Pada bagian atas bilik candi pada batu penutup sungkup terdapat
relief “Surya Majapahit” yakni lingkaran yang dikelilingi oleh pancaran sinar
yang berupa garis-garis lurus dalam susunan beberapa buah segitiga sama kaki.
Relief Surya Majapahit juga ditemukan di beberapa candi yang lain di Jawa Timur
ini dalam variasi yang sedikit berbeda sebagai tanda cap kerajaan.
Candi Angka Tahun seperti umumnya bangunan-bangunan candi lain, terdiri dari bagian-bagian yang disebut kaki candi yaitu bagian candi yang bawah, kemudian tubuh candi, terdapat bilik atau kamar candi (gerbagerha) dan kemudian mahkota bangunan yang berbentuk kubus. Pada bagian mahkota terdapat hiasan yang meriah dan pada masing-masing dinding tubuh candi terdapat relung-relung atau ceruk yang berupa pintu semu yang di bagian atasnya terdapat kepala makhluk yang bentuknya menakutkan. Kepala makhluk seperti ini disebut kepala kala yang di Jawa Timur sering disebut Banaspati yang berarti raja hutan atau juga bisa disebut singa atau harimau. Penempatan kepala kala di atas relung candi dimaksudkan untuk menakut-nakuti roh jahat agar tidak berani masuk komplek percandian. Sementara itu pada sekeliling bangunan ini terdapat sisa-sisa tembok bata yang tinggal bagian dasarnya dengan pintu masuk di sisi barat laut. Bangunan-bangunan di halaman pertama ini seluruhnya terbuat dari batu andesit. Kecuali dua buah pondasi dari bata berdenah persegi panjang, terletak di sebelah timur laut candi angka tahun ini. Di sebelah kiri candi angka tahun terdapat arca wanita Rajapatni.
Di halaman kedua juga terdapat dwarapala dengan ukuran yang lebih kecil, halaman tengah ini terdapat sepasang dua candi kecil dengan dua pondasi yang dindingnya polos dan berbentuk persegi panjang di salah satu ssisi candi terdapat ukiran naga yang kemudian disebut candi naga candi naga in berdiri diatas tinggi bidang tanah, bidang tersebut diukir dengan gambar naga yang melingkar disisi candi.
Halaman ketiga terletak di paling timur yang merupakan tempat tersuci dimana terdapat tempat berdirinya candi induk, candik induk ini berukuran 33,80X30,40 meter. Candi induk terdapat tiga tingakatan ,dengan tinggi 7,19 meter. Pada masing-masing sisi tangga terdapat dua arca mahakala, yang pada lapiknya terdapat angka tahun 1269 Saka atau 1347 M. Sekelling dinding candi pada teras pertama terdapat relief cerita Ramayana. Untuk dapat membacanya harus mengikuti arah prasawiya, dimulai dari sudut barat laut. Pada teras kedua sekeliling dinding dipenuhi pahatan relief ceritera Krçnayana yang alur ceriteranya dapat diikuti secara pradaksina (searah jarum jam). Sedangkan di teras ke tiga berupa relief naga dan singa bersayap. Teras ketiga bentuknya hampir bujur sangkar, dinding-dindingnya berpahatkan arca singa bersayap dan naga bersayap. kepalanya sedikit mendongak ke depan sedangkan singa bersayap kaki belakangnya dakam posisi berjongkok sedang kaki depan diangkat ke atas.
Pada sisi sebelah barat daya halaman terdapat dua buah sisa bangunan. Sebuah candi kecil dari batu yang belum lama runtuh yang oleh orang Belanda dulu dinamakan ”klein heligdom” atau bathara kecil. Nampaknya candi inilah yang mula-mula dibuat bersamaan dengan parasasti Palah melalui upacara pratistha tersebut. Sebuah sisa yang lain berupa pondasi dari bata. Kedua sisa bangunan ini menghadap ke arah barat daya. Sederet dengan sisa kedua bangunan ini berdiri sebuah lingga batu yang disebut Prasasti Palah. Dalam area komplek percandian juga terdapat sebuah kolam berangka tahun 1337 Saka atau 1415 Masehi yang terletak di belakang candi sebelah tenggara. Pada candi induk terdapat batu kubah.
Bagian candi yang terpisah adalah di buah kolam, kolam
pertama terletak sekitar 200 metr di timur laut candi penataran , kolam
tersebut berangka tahun1495 masehi dan pada dindingnya terdapat relief tantri
terbagi menjadi dua bilik masing-masing terdapat dua pancuran air yang keluar
dari kaki patung siwa mahadewa. Dimungkinkan kolam ini untuk mandi.
Cerita relief candi penataran
Yang menarik dari candi penataran adalah batui yang berangka tahun 1375 masehi karena dindingnya penuh dengan relief dulu batar ini beratap dari bahan ijuk sehingga atapnya suadah tidakl ada, sedangkan umpakuntuk tiang masih ada.pada batar itu ada sebuah tangga yang berada dibarat.
Relief-reliefnya:
o Bubuksah didalamnya termasuk jenis kurtur dan bersifat cerita.bubuksah menceritakan dua orang petapa yang bernama bubuksah dan gagang aking (batang kering).Pada sustu cerita ketika dicoba untuk melawan macan putih yang merupakan seorang dewa.
o Sang Satyawan cerita ini juga temasuk jenis tutur, cerita ini mengenai seorang putrid raj yang menikah denga setiawan seorang wydhyadara namun putri tersebut malah menjadi satu dengan sag hyang widhi yang akhirnya sang satyawan menjadi sendiri.
o Relief Ramayana
Relief ini mempunyai langgam wayang teruatma wayang kulit,ceriata Ramayana mulai dengan hanuman dan adega ketika hanuman menyaksikan penolakan rahwana oleh sinta dei alengka kemudian perkelahian hanuman dengan penduduk kraton Rahwana, pembuatan bendungan oleh tentara kera dan akhirnya peperangan antara rahwana dimulai. Relief Ramayana dianggap sebagai langgam yang lebih modern.
Ø Relief khrishnaya
Relief ini lebih mirip lukisan karena tidak dibubuhi ikal, relief ini bedasarkan pada kekawin/tutur, selain relief ini masih ada yang lebih penting yaitu empat buah patung yang memiliki angka tahun 1269 saka / 1347 masehi, patung raksasa ini mempunyai dua tangan yang memegang gada.
Cerita relief candi penataran
Yang menarik dari candi penataran adalah batui yang berangka tahun 1375 masehi karena dindingnya penuh dengan relief dulu batar ini beratap dari bahan ijuk sehingga atapnya suadah tidakl ada, sedangkan umpakuntuk tiang masih ada.pada batar itu ada sebuah tangga yang berada dibarat.
Relief-reliefnya:
o Bubuksah didalamnya termasuk jenis kurtur dan bersifat cerita.bubuksah menceritakan dua orang petapa yang bernama bubuksah dan gagang aking (batang kering).Pada sustu cerita ketika dicoba untuk melawan macan putih yang merupakan seorang dewa.
o Sang Satyawan cerita ini juga temasuk jenis tutur, cerita ini mengenai seorang putrid raj yang menikah denga setiawan seorang wydhyadara namun putri tersebut malah menjadi satu dengan sag hyang widhi yang akhirnya sang satyawan menjadi sendiri.
o Relief Ramayana
Relief ini mempunyai langgam wayang teruatma wayang kulit,ceriata Ramayana mulai dengan hanuman dan adega ketika hanuman menyaksikan penolakan rahwana oleh sinta dei alengka kemudian perkelahian hanuman dengan penduduk kraton Rahwana, pembuatan bendungan oleh tentara kera dan akhirnya peperangan antara rahwana dimulai. Relief Ramayana dianggap sebagai langgam yang lebih modern.
Ø Relief khrishnaya
Relief ini lebih mirip lukisan karena tidak dibubuhi ikal, relief ini bedasarkan pada kekawin/tutur, selain relief ini masih ada yang lebih penting yaitu empat buah patung yang memiliki angka tahun 1269 saka / 1347 masehi, patung raksasa ini mempunyai dua tangan yang memegang gada.
SUMBER : http://wwwsejarah-agustinus.blogspot.com/2011/01/candi-penataran.html
http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2012/03/candi-penataran.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar